Whisper

Sabtu malam adalah waktu yang pas untuk menyegarkan pikiran bersama anak ku, aku adalah seorang single-parent yang memiliki anak perempuan. Namanya adalah Anna dan kini dia berumur 16 tahun, Istriku bernama Lisa..dia meninggal karena karena kecelakaan, aku sangat terpukul ketika tahu nyawa nya tidak bisa diselamatkan lagi padahal ia sudah dibawa kerumah sakit.
Aku sangat menyayangi dia, tapi kini aku hanya punya Anna.

Senin, aku bekerja seperti biasa didepan komputer tua milik perusahaan tempat aku bekerja.
Kadang aku merasa bersalah karena meninggalkan Anna sendirian.

Entah karena apa tiba-tiba aku menjadi sangat marah, aku berharap tidak ada yang membuat emosi ku meledak,tapi sayangnya...

"hey,coba jelaskan ini!!!" tiba-tiba bosku ada didepanku sambil menghempaskan beberapa lembar kertas ke mejaku.
Aku coba menjelaskan nya tapi ia tidak peduli.

"ke ruangan saya sekarang!" pria berkepala botak itu berteriak didepan wajahku.
Aku mencoba menahan emosiku..

Singkat cerita, akhirnya aku di pecat
Arrghh!! Rasanya aku ingin menggorok leher orang sialan itu, Tapi aku masih berpikir panjang.

Aku berjalan menuju rumah dengan kecewa, berharap putri ku akan mengerti bahwa ayahnya tidak bekerja lagi. 
Sesampai nya dirumah aku tidak mendengar suara Anna, seharusnya dia sudah pulang.

"Anna" teriakku,tapi tidak ada sahutan. Yang kudengar hanyalah suara aliran air dari kamar mandi. Aku coba mendatangi sumber suara tersebut. 
Ternyata...

Kutemukan Anna terbaring di bath tub dengan air yang bercampur darah, aku memeriksa dan ternyata urat nadi Anna telah putus.
Aku terduduk dan menangis melihat apa yang terjadi, kemudian aku langsung menghubungi 911

Anna diduga bunuh diri,aku mendapat info ternyata Anna menjadi korban bully disekolah nya karena tidak memiliki ibu.
Amarah ku melonjak, aku mencari informasi siapa saja yang membully Anak kesayangan ku ini.

Yang pertama adalah Jake,aku mendengar sebuah bisikan untuk menghabisi nya.
Malam itu aku melihat dia sedang berjalan kaki sendirian sambil menelpon.
Aku berpura-pura menanyakan alamat kemudian aku menikam nya dengan membabi buta. Sebagai penghabisan aku mencongkel kedua bola matanya,memotong lidahnya dan mengeluarkan isi perutnya.

Hal serupa juga aku lakukan orang-orang yang dulu membully Anna.
Aku juga menjumpai gadis yang ikut membully Anna.. Aku memperkosa nya kemudian kugorok lehernya dan membiarkan nya mati secara perlahan.

Aku semakin menggila,setiap aku membunuh seseorang aku mendapatkan kenikmatan tersendiri.
Aaahh..aku hampir lupa dengan pria botak yang memecatku.

Pukul 19.30 saatnya dia pulang dari kantor,
Aku menunggu nya diujung jalan. Ketika ia menatapku,aku langsung menyucuk lehernya dengan pisau, dia terjatuh dan seragam putihnya kini penuh dengan darah.

Aku tersenyum melihatnya,aku mulai menyayat kulit wajahnya..memisahkan antara kulit dengan tengkorak. Dia masih setengah sadar ketika aku melakukan hal itu, sebagai akhir dari acara.. Aku memasukkan kulit wajahnya yang berhasil kulepas kedalam mulutnya. Kemudian aku pergi meninggalkan nya.

Kini aku dapat beristirahat sementara dirumah,menunggu siapa yang akan aku habisi berikutnya.

Sebenarnya aku mendengar bisikan tersebut sudah lama,
"habisi mereka atau akan kutarik kau menjadi budak ku!!" itulah yang aku dengar.

Yang terjadi sebenarnya adalah aku membunuh Anna,kemudian menaruhnya kedalam bath tub. Aku sudah tau kalau Anna menjadi korban bully dan aku sengaja membiarkan itu.

Aku telah membuat janji kepada lucifer,aku mengerjakan perintah nya dan ia akan membangkitkan Lisa.

Apapun demi istri ku tersayang 
👿


Tamat

0 comments:

Post a Comment

 
Top