I Give Up

Kita sudah terjebak untuk terus bersama begitu lama. Aku telah jadi suara lembut dan menenangkan saat kau butuh untuk jauh dari keramaian, saat kau butuh keheningan. Aku telah bekerja untukmu, sekuat tenaga menyelamatkanmu, menerima makanan sampah yang juga kau makan. Namun sebagai imbalannya? 

Kau menghancurkanku.

Kau membakarku. 

Kau melibatkanku pada keadaan yang kau sendiri tahu takkan bisa kutanggung. Kau berusaha menyenangkan orang lain, mencintai orang lain, dan kau tahu bahwa cinta tanpa penolakan sekalipun kerap menorehkan luka. Sungguh kau membuatku remuk di saat seperti itu. Kemudian, kau membuatku berada dalam sebuah pergulatan, di mana kau sendiri tahu, sekalipun aku menang, akibatnya tetap akan buruk juga bagimu. 

Dalam alam tak sadarmu, kau tahu aku tak bisa melakukan segala hal, namun kau tetap saja memaksanya. Terkadang, kupikir kau mengabaikan keberadaanku sepenuhnya. Terkadang, kupikir kau lupa bahwa setiap detik, setiap menit, dan setiap hitungan waktu, aku berjuang demi kau seorang. 

Jadi, kuputuskan … saat kau tidur malam ini, aku akan berhenti berdetak. Aku akan berhenti berdenyut dan memompa darah.

Tak perlu takut … kau bahkan takkan menyadari hal itu terjadi.

Tamat

0 comments:

Post a Comment

 
Top