My Basement

Ibuku selalu melarangku untuk turun ke Basement, aku tidak tahu apa alasanya, namun setiap kali aku berdiri di pintu Basement dia akan sangat marah dan menyuruhku pergi ke kamar.

Suatu hari, aku mendapatkan kesempatan ketika ibu keluar untuk pergi belanja. Aku mengendap-endap menuju pintu Basement, namun sayang sekali saat itu pintu sudah di kunci, awalnya aku putus asa dan mungkin ini adalah bagian dari rencana ibuku agar aku tidak pergi kesana.

Semakin lama, rasa penasaranku semakin besar. Pada malam hari, ketika ibuku tidur, aku masuk ke kamarnya dan mencuri kunci pintu Basement, kelihatanya ibuku sangat kelelahan sehingga mengambil kuncinya itu sama mudahnya seperti mengambil permen dari bayi. 
Aku mengendap-endap turun dan perlahan membuka engsel pintu, ketika pintu terbuka aku terkejut setengah mati karena suara pintunya yang berderit cukup keras untuk memecahkan keheningan saat itu.

Namun, aku tetap memaksa untuk turun, aku melihat ke anak tangga yang langsung menuju Basement, sangat gelap, lebih gelap dari apa yang ku duga sebelumnya. Kegelapan itu seperti menelan segalanya, kau tidak akan bisa melihat apa-apa dengan mata kosong, aku memutuskan untuk turun lebih jauh lagi, namun saat itu bayangan seseorang di atasku mengejutkanku. Ibuku melihatku dengan amarah memuncak di wajahnya. Dengan cepat, dia turun dan menarik tanganku agar meninggalkan tempat itu.

Setelah dia menutup pintu dengan keras dan menguncinya, wajahnya masih terlihat murka, dengan suara melengking ibuku memarahiku habis-habisan, dia bilang aku anak yang nakal dan aku akan mendapatkan hukuman karena itu, aku hanya diam dan menunduk menatap sepatuku. Aku benar-benar merasa bersalah dan perasaanku jadi tidak enak karena itu.

Setelah ibu puas memarahiku, dia menuntunku menuju meja makan, dia pergi ke kulkas dan mengambil ice cream untukku, aku masih diam menatap ice cream, lalu aku mendengar dia berbicara kepadaku lagi, kali ini sangat lembut dan dia berusaha melupakan amarahnya dan tentu saja apa yang aku lakukan hari ini.

Ibu mengacungkan jari kelingkingnya, memaksaku untuk bersumpah tidak akan lagi bersikap nakal dan mematuhi semua peraturanya. Aku bersumpah saat itu juga kepadanya. Ibu tersenyum dan kembali ke kamarnya, sementara aku mulai melahap ice cream itu kembali, lagipula.. aku sudah tidak penasaran lagi dengan Basementku.

Disana.. aku hanya menemukan seorang anak lelaki yang menatapku. Tanpa tangan dan kaki.. dia hanya diam di sudut Basementku.


Tamat

0 comments:

Post a Comment

 
Top