Fairly Odd Parents Lost Episode- Sweet Revenge

Baiklah, aku harus memulainya bukan.

Aku tahu, aku memang sedikit aneh, aku begitu tergila-gila dengan seri Cartoon ini, meskipun aku tahu berapa usiaku.

Aku tidak pernah melewatkan setiap episode ketika itu di tayangkan, akan tetapi, akhir-akhir ini aku melewatkan banyak episode di season ke 5, jadi setelah Film ini resmi beredar di pasaran aku memutuskan untuk membelinya. Tapi sayang, aku tidak memiliki banyak uang, lalu, aku ingat temanku juga adalah salah satu penggemar berat seri ini. 

Dia mengundangku dan mengatakan, dia akan memberikan salinanya ke Flashdisk milikku, sehingga aku bisa menyaksikan episode yang ku lewatkan.

Ketika pertama kali aku mengambil salinanya. Aku melihat ada yang aneh pada filmnya, di mana tidak ada scane Nickelodeon sebagai pembuka film. Aku berusaha tidak memperdulikanya dan tetap menikmatinya, selama beberapa hari ke depan, aku selalu memutar Film itu di laptopku saat aku sedang tidak sibuk, ketika aku sudah sampai di episode penghujung (penutup) episode, aku melihat ada yang salah, ada sebuah file tambahan dimana seharusnya Season 5 berakhir di 20 Episode, namun ini. Episode ke 21.

Di episode ke 21 ini, judulnya cukup mencolok, “Sweet Revenge”, aku mencoba browsing di google apakah episode itu benar-benar ada. Namun sia-sia. Tidak ada yang membahas itu.

Jadi seperti apa yang bisa kau tebak dari ceritaku, aku memutuskan untuk menontonya.

Episode di mulai dari 2 ikan emas, Cosmo dan Wanda dalam mode menjadi ikan emas dan menyanyikan lagu pembuka. Sedikit tambahan. (Kualitas gambar jauh lebih baik dari semua Episode sebelumnya). 

Scane di mulai saat Timy baru saja bangun dari tidurnya, kemudian 2 peri menyambutnya dengan riang. Tidak ada yang berbeda, Timy berjalan keluar dan menuruni tangga di rumahnya, sebelum dia melihat ayahnya masuk ke dalam rumah, tersenyum dengan membawa Parang bernodakan darah yang menetes. Sangat mengerikan. Seperti reaksi Timy pada umumnya bila melihat ayahnya melakukan tindakan tidak normal.

“AYAH!! Apa yang kau lakukan?” katanya.
Ayahnya seperti menggumamkan kalimat, namun aku tidak dapat mendengarnya dengan jelas, seperti sebuah suara dengan nada “BERG”. Aku sudah mulai kalut menyaksikan adegan tidak biasa itu, yang ku ingat ayahnya memberikan gambaran senyuman Setan!!

Ayahnya berjalan menyusuri ruang tamu kemudian berjalan ke dapur, dia menyeka darah pada parangnya kemudian meletakkanya begitu saja, seperti tidak terjadi apa-apa. Aku memutuskan untuk tetap melanjutkan menonton Episode itu. (Sebenarnya aku sudah mulai kehilangan kesadaran.)

Adegan berikutnya adalah Timy bermain di kamarnya. Namun ekspresi wajahnya menggambarkan kengerian seperti terbayang-bayang bahwa ayahnya adalah pembunuh. Kamera beralih tiba-tiba menyorot ke pintu.
Kemudian ada gambar, ayahnya tengah berjalan dalam bayang-bayang sedang membawa parang, Cosmo langsung memperingatkan Timy dan mereka mencoba untuk menghilang bersama-sama, membawa Timy ke tempat yang aman, Tapi Ayah Timy lebih cepat, dia melemparkan parang itu ke Timy. Namun Cosmo berhasil menghalanginya, akan tetapi sebagai gantinya, Cosmo harus menerima bahwa bola matanya tertancap parang sampai darah keluar dan menetes. Menjijikkan.
Wanda yang panic segera membawa Timy pergi, Wanda berharap Cosmo segera meninggalkan tempat itu, cukup jauh untuk meninggalkan si Gila ayah Timy.

Timy yang sudah berpindah ke kota Metro segera menghubungi polisi, ketika dia mengangkat sebuah telephone umum, tiba-tiba dia mendengar sebuah suara. Suara yang tidak asing di telinganya, itu adalah suara ayahnya. Namun ada suara lain sebagai back sound, seperti suara tawa mengerikan. Terlalu takut. Timy kemudian mencongkel bola matanya, berharap itu adalah mimpi baginya. Sebelum dia tahu, dia tidak akan bisa membuka kedua matanya lagi. Matanya terlihat meleleh seperti lilin panas, kemudian dari lelehan itu terbentu sebuah pentagram Setan. Symbol itu juga tergambar jelas di kelopak matanya.

Setelah itu, Timy terbangun dari tidurnya seolah-olah tidak ada yang pernah terjadi. Dia bangun seperti biasa, namun Orang tua perinya, tidak menyambutnya seperti sebelumnya. 

Kemudian Timy mendengar suara Wanda yang menangis, ketika Timy menemukan Wanda, Timy bisa melihat kenapa Wanda menangis.

Parang itu masih bersarang di tengkorak milik Cosmo dengan mata tercungkil keluar, darah masih mengalir keluar. Timy berjalan keluar rumah, dan kemudian dia di kejutkan dengan pemandangan. semua tetangganya tewas dengan luka tusukan yang mengerikan. Kemudian, Kamera menyorot wajah Timy, darah mengalir di sana dan layar menjadi merah darah. 
Kredit berakhirnya Film muncul, aku buru-buru melihat layar flashdisku yang berkedip, tiba-tiba, layar laptopku memunculkan sebuah pesan, “ Dia yang pertama. Kau berikutnya. Bila kau melihat sesuatu yang berwarna merah, kau akan berakhir seperti dia”

Aku ketakutan. Pikiranku kalut, bahkan orang tuaku harus membujukku untuk pergi ke sekolah. 
Setiap aku melihat layar berkedip dengan warna dasar merah, aku akan menutup kedua mataku, bahkan saat ada di pemberhentian jalan. Semua ini membuatku gila, ku putuskan mendatangi temanku. Namun, saat aku sampai di kamarnya, aku terkejut, melihat dia mencoba mencongkel kedua bola matanya dengan sebuah tawa yang mengerikan. Ku sarankan. Jangan pernah menonton ini.


Tamat

0 comments:

Post a Comment

 
Top