Who?


Akhir-akhir ini aku sering mengalami insomnia. Awalnya aku beranggapan bahwa penyakit insomniaku ini kambuh karena terlalu sibuknya aku di kantor hingga pulang larut malam. Namun, aku menyadari sesuatu ada yang aneh dengan kondisiku ini.

Pada suatu malam aku terlalu larut pulang ke rumah karena sibuknya pekerjaan di kantor hari itu. Seperti biasa sebelum tidur aku akan melakukan aktivitas rutinku pada malam hari yaitu menonton acara sepak bola yang memang hadir setiap dini hari sambil meminum susu panas. Tiba-tiba ada bisikan halus yang datangnya entah darimana ,,,

"Kembalikan !!! Kembalikan yang bukan milikmu !!!" terdengar suara bisikan

"Apa yang harus ku kembalikan ?" balasku

"Kau sendiri !!!" bisikan itu terdengar mengancam

"Apa maksudmu ?" balasku kembali

Setelah ku membalas kembali bisikan itu , semuanya menjadi hening. Aku begitu ketakutan akan hal itu, tetapi aku ingat sesuatu bahwa kakekku sedang sakit parah di rumah sakit. Sebelum sakit parah ia sempat memberiku sebuah cincin dengan ukiran aneh yang terlihat seperti mantra.

"Apa itu suara kakekku ? Apa yang dimaksudnya cincin itu ?" pikirku

Keesokan harinya aku pun datang membesuk kakekku di rumah sakit. Disana terlihat nenekku dan saudara-saudariku. Matanya terlihat sembab dan nampak shock. Kemudian aku bertanya ,,,

"Ada apa nek?" tanyaku

"Kakekmu dalam kondisi kritis !!!" jawabnya khawatir

"Oh tidak , aku harap kakek baik-baik saja !" jawabku

"Nenek harap juga begitu !" jawabnya

"Nek bolehkah aku melihat kondisi kakek ?" pintaku

"Boleh , tetapi mungkin hanya sebentar saja !" ujarnya

"Baiklah nek , aku kangen sekali dengan kakek !" ujarku

Aku pun bergegas memasuki ruangan kakekku dirawat dan aku sangat sedih melihat kondisinya yang kurus kering. Ku belai rambutnya dan ku cium keningnya , tiba-tiba ia terbangun dan melotot tajam ke arahku ,,,

"Kembalikan aku kek , aku sangat menderita seperti ini !" ucapnya lirih

"Tidak nak , aku lebih suka dengan tubuh ini , tampak muda !" jawabku tegas

"Tidak kek , aku tidak mau !!!" teriaknya

Aku pun tersenyum puas.


Tamat

0 comments:

Post a Comment

 
Top