Tooth

Di rumah no.64 yg damai,Martha tengah memegang pipi kanannya yg cukup bulat,dan sebelah tangannya terlihat menggenggam sesuatu,namun ia menyembunyikan.

Langkah kecilnya menuju ruang tengah,tempat ayah dan ibunya tengah menikmati sore yg cukup sejuk.

"Ibu"panggil Martha dengan menarik-narik pelan ujung dress ibunya.ibunya menengok.

"Ya,sayang?"

"Lihat ini"

Martha mulai mengeluarkan apa yg tadi disembunyikannya.tangannya terbuka.menampakkan 1 gigi susu kecil.

Ia juga membuka mulutnya.memamerkan deretan gigi rapihnya yg rupanya,oh,ada satu yg tanggal di depan.

"Oh,gigimu tanggal,sayang?"

Ibu tampak gembira.beliau menghentikan sementara kegiatan merajutnya itu.lalu menghampiri suaminya.

"Ayah,coba lihat,gigi Martha tanggal!"

Ayah menurunkan korannya,lalu tersenyum senang.

Martha si polos kurang mengerti.

***

"Jika gigimu copot..." Ibu memberi jeda,beliau memasukkan gigi kecil itu ke dalam kantong yg bergambar kartun gigi.

"Masukkan ke kantung ini,dan...peri gigi akan memberimu hadiah"

Mata bulat Martha berbinar "sungguh,ibu?"

"Ya" Ibu tersenyum lembut "tidurlah,dan esoknya,akan ada hadiahmu"

Martha sangat senang.ia cepat-cepat menaiki ranjang kecilnya,dan terlelap setelah ibu mematikan lampu.
***
"Ayah!Ibu!lihat ini!"

Ayah dan Ibu sama-sama menengok,rupanya Martha,si kecil berusia 6 tahun itu mengacung-acungkan uang 2 dollar semabil tersenyum lebar.

"Peri gigi sangat baik!"

Kedua orang tua mereka sama sama membalas dengan senyuman dan anggukan kecil.menyaksikan kepolosan gadis 6 tahun itu yg sedang mengamati uangnya.

"Aku ingin lagi..."Gumam Martha kecil,hampir tak terdengar.

***

Paginya,kembali rutinitas keluarga Martha terjalin seperti biasa.tapi,dijam 7 ini,saat orangtua nya siap siap berangkat berkerja,Martha bangun lebih awal.ia menghampiri orangtuanya sama seperti mimik nya kemarin.

"Ibu!Ayah!"

Yg membuat kedua belahmata orangtua Martha membulat adalah,Martha mengacungkan 1 gigi susu yg tanggal.dan ia membuka mulut,ada yg kurang 2 dalam mulut nya.

"Peri Gigi akan datang lagi,kan?"

Walau heran,orangtua Martha mengangguk sebisanya.mungkin Martha rajin sikat gigi--batin ayahnya.

"Peri Gigi,cepatlah datang" kata Martha penuh pengharapan.

***

3 hari telah terlewat,dan menjadi misteri yg masih belum terpecahkan orangtua Martha.pasalnya,anak putrinya itu,giginya sudah tanggal 4 dalam waktu 3 hari.

Hari ini agak aneh.Martha tampak lemas tertidur di ranjangnya.pucat dan seperti sakit,adalah dugaan ibunya.

"Ibu..."Panggil Martha,ibunya memperhatikan.

"Iya?"

"Peri Gigi...malam ini datang lagi,kan?"

Ibunya diam sebentar.menatap celengan bening Martha yg berbentuk kucing.terisi banyak lembar dollar.

"Mungkin"jawab ibunya "tapi Martha harus punya gigi,kan?"Jawab ibunya sedikit bercanda.Martha menatap ibunya bingung.

"Maksud ibu..."

"Sudah tanya tanyanya,sayang.ayo,kau harus istirahat"potong ibunya semabil menyelimuti Martha.Martha diam,mengangguk kecil.

"Ibu akan pulang awal bersama ayah,nanti ibu akan bawakan Chocolate batang"hibur ibunya,agar Martha tidak kecewa.Martha hanya mengangguk kecil.

"Baiklah,ibu"

"Mimpi indah"

***

Sore menjelang malam,ayah ibu Martha tampak bersama membuka pintu.mereka masuk ruang tengah yg tampak sepi.

"Martha?"Panggil ibunya.ia bersama ayah berjalan pelan ke arah kamar Martha.

Mengetuk beberapa kali.

Tak ada jawaban.

"Apa Martha tertidur pulas?"Tanya ayah.ibu nya menggeleng kecil.

"Aku tak yakin dia tidur lama sekali"

Akhirnya,mereka ber-inisiatip membuka pintu,tak terkunci.

Dan,nampak pemandangan mengerikan.

Martha kecil,terletak tak berdaya di karpet,mulut penuh darah.

Ada banyak alat,dan ia tengah menggenggam lemah gunting.

Dan juga,semua gigi susu yg Martha miliki,telah tercabut.

Oleh dirinya sendiri.

Tamat

0 comments:

Post a Comment

 
Top