Happy Halloween

Ini Halloween. Ada satu hal yang membuat semua anak begitu menyukai Halloween, itu adalah permen yang manis yang selalu di bagi-bagikan untuk anak-anak baik.

Musim ini halloween di daerah tempatku tinggal mengadakan pesta besar di alun-alun kota, layaknya pesta natal semua orang di lingkungan ini ikut bergabung. Aku bisa melihat si tua Frey mengenakan kostum santa merah dengan tanduk, cukup mengerikan namun itulah halloween, sesuatu yang mengerikan terlihat lucu saat malam halloween. Dari semua kostum penghuni lingkungan ini aku bisa menebak mereka mempersiapkan ini dengan sangat optimal, banyak dari mereka benar-benar layak mendapatkan pujian atas kostum-kostum mereka, namun ada satu kostum yang mengangguku, itu adalah Manekin berjalan dengan kostum bangsawan tanpa ekspresi. Entah apa yang terjadi kepadaku, saat melihatnya.. ada kengerian yang sebenarnya, terutama dari bagaimana dia berbaur.

Aku bertemu jesika blind tetanggaku, ia mengenakan kostum penyihir abad 60’, benar-benar kostum konyol, aku mendekatinya lalu bertanya kepadanya. “kau mengenalnya?”
Jesika menatapku lalu menatap telunjukku dan kemudian mengawasi si kostum Manekin, “Oh, dia. Bukankah itu bibi Eliison. Lihat tubuh dan gaya rambutnya, kenapa memang?”

“kau pikir itu dia. Entahlah. Hanya penasaran darimana dia mendapatkan kostum menawan seperti itu” aku tersenyum berbohong, namun tetap mengawasi, beberapa saat kemudian Jesika menarikku membuatku cukup terkejut untuk melihatnya. ”Oh, saatnya untuk pesta permen. Kau bawa apa untuk anak-anak?” 

“hanya bola-bola cokelat norwegia. Kau?”

“wah. Aku hanya membawa permen manis gula-gula dari toko Rinervood. Menyedihkan ya. “katanya sedih, 
“Oh, aku rasa anak-anak akan suka. Aku jamin. Em. Menurutmu apa yang di bawa bibi Elliison untuk anak-anak?”

“seperti tahun lalu ku rasa, permen rasa mint. Hahaha. Dia pikir anak-anak suka, padahal anak-anak membencinya.”

Aku mengangguk setuju dengan Jesika, namun aku sangat penasaran dengan apa yang ia bawa.

Seperti yang jesika katakan, Bibi Eliison membawa sekarung permen mint dan itu membuat beberapa anak tampak kecewa, sebaliknya aku justru terlihat lega. Itu memang bibi Eliison kami.

Namun, selain permen mint ia juga membawa sekarung penuh bola permen karet berwarna merah dengan kertas ucapan hallowen untuk disimpan, dan anak-anak langsung mengerubunginya seperti lalat, ku pikir tahun ini bibi Eliison ingin sesuatu yang berbeda jadi kami semua bertepuk tangan untuknya, dan menyambut baik pemberianya. Sungguh malam Halloween yang indah.

Pesta berakhir pukul 12 malam, dan aku membawa keponakanku pulang ke rumah, ketika aku berjalan melewati rumah bibi Eliison, aku melihatnya duduk di depan rumahnya, melambaikan tangan setelah melihatku. Saat itulah, aku melihat keponakanku terjatuh dengan bibir berbusa, ketika dia akhirnya benar-benar tidak bernafas, aku melihat kartu ucapan di tanganya.

“Selamat Halloween”

kau tahu apa yang membuat ini begitu mengerikan, "kami semua bertepuk tangan saat anak-anak kami mendapatkan permen untuk kematian mereka. benar-benar malam Halloween !!"

***

source: Urban_FictymAllen dengan sedikit perbaikan.


0 comments:

Post a Comment

 
Top