Video Chat

Suatu hari, ketika aku pulang dari sekolah, aku menemukan sebuah catatan dari orang tuaku yang mengatakan bahwa mereka telah pergi keluar dan tidak akan kembali sampai akhir pekan. Aku tidak punya banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan, jadi aku pergi ke kamarku dan membuka laptopku. Setelah browsing internet selama beberapa menit, aku mulai bosan dan mulai mencari situs untuk melakukan video chat.

Bertemu dengan beberapa orang aneh dan tidak berguna, aku mencoba untuk menemukan seseorang yang aku bisa ajak untuk melakukan percakapan yang seru. Ketika aku hendak menyerah, ada seorang gadis cantik muncul di layar.

Dia tampak seperti sedang menangis dan dia meletakan tangan didepan mulutnya, seolah-olah dia sedang berusaha untuk menjaga dirinya untuk tidak membuat kebisingan. Ketika aku melihat lebih dekat, aku bisa melihat ketakutan di matanya.

Dia mulai mengetik ...

Stranger 1: Tolong bantu aku!

Stranger 2: Apa yang terjadi? 
Stranger 1: Cepat panggil polisi! 
Stranger 2: Apa? Mengapa?

Stranger 1: Ada orang asing di rumahku. 
Stranger 2: Apakah ini semacam lelucon? 
Stranger 1: BUKAN! Cepat,kau harus membantu aku!

Stranger 2: OK OK.. Aku akan membantu Anda. 
Stranger 1: Cepat panggil polisi untuk datang kerumahku!

Stranger 2: Mengapa kau tidak menelpon mereka sendiri?

Stranger 1: Ponselku mati. Aku sendirian.Seseorang masuk ke rumahku. Aku mendengar dia datang menaiki tangga jadi aku bersembunyi di dalam lemari. Aku sedang menggunakan laptop saat itu. Halaman pertama yang terbuka adalah chatroom ini. Kau adalah orang pertama yang terhubung kepadaku. Cepatlah, Kau harus percaya padaku! 
Stranger 2: Apakah kau yakin ini bukan lelucon?

Stranger 1: Aku serius.

Aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan.Semua hal ini bisa saja adalah sebuah lelucon. Tetapi, bagaimana jika gadis ini benar-benar membutuhkan bantuan ku? Aku tidak bisa hanya mengabaikannya. Aku memutuskan bahwa tidak ada lagi yang bisa saya lakukan.Aku harus menelepon polisi.

Stranger 2: OK aku akan memanggil polisi untukmu. Berikan aku nama dan alamatmu. 
Stranger 1: Namaku Linda. Alamatku adalah ...

Sementara dia sedang mengetik, aku sudah menghubungi layanan darurat di ponselku.Ketika aku melihat alamat yang dia kirimkan, ponselku tergelincir dari jari-jari ku dan pecah di lantai.

Itu adalah alamatku. 
Aku merasa ketakutan dan gemetar.

Aku hanya dapat duduk di sana, menatap gambar gadis itu di webcam. Matanya memohon kepadaku, memohon kepadaku untuk membantunya. Air mata mengalir di pipinya.

Perlahan-lahan, aku menoleh dan menatap lemari di sebelah tempat tidurku. 
Jantungku berdetak cepat. Keringat dingin turun dari dahiku.

Dengan tangan gemetar, aku mengambil laptop ku dan mendekati lemari. Lantai tiba-tiba berderit ketika aku sudah berada didekat lemari. Dalam video chat, aku bisa melihat gadis itu tiba-tiba tersentak seakan dia mendengar sesuatu. Dia menutup mulutnya, menggigil ketakutan.

Aku mengulurkan tangan kiriku dan meraih pegangan pintu lemari. Gadis itu masih dalam video chat, gemetar dan menangis.

Mencengkeram pegangan lemari itu dengan erat, dalam satu gerakan cepat, aku menarik pintu lemari itu hingga terbuka. 

Dari dalam lemari, aku mendengar jeritan ketakutan. Tetapi lemari itu kosong. Ketika aku melihat kembali pada layar laptopku, gadis itu terputus dari video chat.

Seluruh kejadian membuatku tercengang sehingga aku tidak bisa tinggal di kamar tidurku begitu lama. Aku pergi tidur di sofa di lantai bawah.

Keesokan paginya, orang tuaku telah kembali. Aku mengatakan kepada orang tuaku apa yang telah terjadi. Ibuku hanya menertawakannya, tapi ayahku sangat penasaran. Ia mengatakan ia akan menanyakan hal itu kepada para tetangga.

Apa yang dia dapat sangat membuatku ketakutan. 
Bertahun-tahun sebelumnya, telah ada sebuah keluarga yang tinggal di rumah yang sekarang keluargaku tempati. Seorang pria, istrinya dan putri remaja mereka. Suatu malam, ketika orang tua sang gadis pergi keluar, penyusup tiba-tiba masuk ke dalam rumah. Ketika sang orang tua pulang, mereka menemukan putri mereka di lemari kamar tidur.

Dia telah ditikam sampai mati.

Pembunuhnya tidak pernah ditemukan.

Dan nama korbannya adalah Linda ...


Tamat

0 comments:

Post a Comment

 
Top