Don't Click

Terkadang lebih baik menjadi orang yang tidak tahu, hanya agar kau bisa bernafas lebih lama, setidaknya kalimat itu lah yang kini terus terngiang di telingaku.

Aku adalah seorang mahasiswi yang beruntung bisa mengenyam pendidikan lanjutan di salah satu perguruan tinggi Negara lain.

Aku mendapatkan beasiswa yang tidak murah setelah menempuh berbagai test yang tentu saja tidak semudah yang ku bayangkan sebelumnya, terpilih di antara ribuan orang dengan mimpi yang sama mungkin terdengar sulit untuk bisa ku percaya, namun, ini lah aku, yang berhasil mendapatkan itu.


Aku pikir awalnya tidak akan sulit beradaptasi, di tambah dengan kemampuanku yang juga tidak payah dalam mengucapkan bahasa lain yang masih asing di telingaku, namun , aku nyaman dengan keadaan ini.
**
suatu siang, aku mendapatkan Tugas pertamaku dari Dosen pembimbingku tentang mata kuliah yang ku pelajari, dengan mencari berbagai refrenshi di Perpustakaan, aku tidak mendapatkan apapun selain kertas-kertas data yang tidak berguna.

Tak terpikirkan olehku untuk menggunakan fasilitas disini. Ya, kenapa aku tidak menggunakan Komputer-Komputer ini, aku bisa mencari apapun dengan Komputer dan Internet. Aku bisa mendapatkan data apapun yang ku cari, dan akan jauh lebih muda.


Mataku melihat, 7 Komputer yang di gunakan oleh mahasiswa dan mahasiswi lain, tampaknya aku harus menunggu salah satu dari mereka selesai. Aku harus bersabar mengingat fasilitas ini adalah fasilitas milik umum, bukan hanya aku yang mendapatkan tugas seperti ini.

Ketika aku membaca buku yang ku ambil secara acak di Rak. Aku bisa melihat, seorang gadis pirang berdiri, dan melangkah pergi. Ku pikir, ini lah waktunya giliranku.

Aku segera memulai pekerjaanku, mengingat menunggu 1 jam bukanlah waktu yang sedikit, saat, aku menatap ada sebuah pesan yang masuk, aku tertegun. Apakah gadis tadi, tidak melog-out emailnya.

Ku arahkan kursor, dan melihat. Itu bukanlah Email, melainkan sebuah Forum terbuka, tidak ada yang aneh. Mungkin gadis itu lupa untuk melog-out akunya.

Ku baca pesan itu yang menurutku cukup aneh, jadi, akun yang bernama Rifalo_Guns menulis. 
“Hai, Mil. Kau suka dengan kirimanku?”


Aku tidak menghiraukanya, karena ku pikir, itu bukanlah urusanku. Aku sudah mencoba untuk melog-out akun itu, namun aku harus memasukkan sebuah password, karena aku merasa itu akan membuang banyak waktu jadi, aku membiarkanya saja.

Sebuah suara pertanda pesan masuk kembali berbunyi. Siapapun akun itu, dia mengirimiku pesan beruntun yang benar-benar mengangguku.

“Mil. Kau masih disana?”

“Mil. Ada apa? Kau tidak membalas pesanku, bukankah kau tahu aku orang seperti apa?” 
Dengan kesal aku mulai mengetik.


“Ya, Aku suka!! Puas!! Bisakah kau berhenti mengirimiku pesan, kau tidak tahu, aku sedang sibuk bung!!”


Beberapa detik kemudian dia membalasku dengan pesan lain. “Hehehe!! Kenapa kau gusar? Bung?? Kau memanggilku Bung, bukan seperti kau biasanya!” Pesan kembali masuk.
“lalu bagaimana dengan ini, aku yakin kau akan suka!!”


Aku terdiam beberapa saat, menatap layar monitorku yang menerima sebuah data Video.
“apa ini?” balasku.

“buka saja.“


Aku membuka Video itu, dan sebuah rekaman dengan latar ruangan yang gelap, beberapa saat, aku menatap seseorang seperti gadis yang terikat di kursi, dengan mata tertutup kain hitam.

Dan sebuah tangan (mungkin sang perekam) mengeluarkan sesuatu, seperti Bor Listrik, dan aku tidak percaya dengan apa yang ku lihat.

Siapapun yang mengenggam alat mengerikan itu, menancapkan tepat ujung silinder pada tenggorokan gadis malang itu. Aku segera menutup Video itu, namun tanganku gemetar hebat.


Seluruh tubuhku di selimuti perasaan tak karuan, “What the Hell” adalah kalimat yang aku ucapkan berkali-kali.

Dengan perasaan campur aduk, aku di kejutkan dengan sebuah pesan masuk.
“Suka?”


Aku terdiam beberapa saat. Aku tidak tahu apakah aku harus menjawabnya. 
“Ya. Tentu saja!”


Setidaknya aku berharap itu adalah jawaban terakhirku, sebelum siapapun itu menyadari bila aku bukanlah bagian dari mereka.

Ketika, pesan kembali masuk.


“ngomong-ngomong. Gadis itu adalah gadis lancang yang kemarin menggunakan akun milikmu untuk bertukar pesan denganku. Hahaha! Lucu bukan. Em, tapi sayang sekali, kau juga telah lancang menggunakan akun milik orang lain. Jadi, kenapa kau tidak melihat sisi kananmu??”

Aku terdiam menatap layar, kemudian berbalik ke sisi kanan tempatku, saat, aku melihat gadis pirang, memotretku sembari tersenyum menyeringai ke arahku.

Tamat

0 comments:

Post a Comment

 
Top