Dennis carnival

Dennis seorang gadis yang berusia sekitar 13 tahun sedang mengunjungi sebuah karnaval & sirkus bersama ayahnya. Gadis pirang ini mempunyai sebuah kebiasaan yang cukup unik dibandingkan oleh anak seumurannya,



Yapp.. Ia senang akan sesuatu yang berbau horror.

Sesampainya disana ia memperhatikan sebuah plang besar bertuliskan "SELAMAT DATANG DI DREAMLAND"



Badut-badut itu menyambut Dennis dan ayahnya dengan gembira. 



Satu persatu wahana telah mereka coba, hingga akhirnya Dennis melihat sebuah tenda besar yang bertuliskan " Magic Show", dan sebuah poster ya bertuliskan " Samuel, singa yang dapat berbicara"

"Ayah, ayo kita tonton pertunjukan itu!" 

"Entahlah, Nak, aku pikir itu tidak nyata, mana ada singa yang bisa berbicara?" jawab ayah Dennis.

"aww ayolah, Dad, bukankah sirkus penuh dengan keajaiban? Pleaseeeeee..." Dennis memohon kepada ayahnya hingga akhirnya mereka masuk kedalam tenda itu.

***

Damn! Disini gelap... sorotan cahaya yang bergerak tersebut menyilaukan pandanganku, beberapa kali kaki ku tersandung oleh kaki para penonton yang sudah duduk terlebih dahulu disini. Aahh, tapi akhirnya aku menemukan spot yang nyaman.

Sorak sorai penonton memenuhi tenda ini ketika seorang pria muncul ditengah-tengah lapangan pertunjukan. Pria tersebut bermake up seperti badut namun sedikit berantakan, ia menggunakan tuxedo dan topi klasik seorang pesulap.



Sambil memegang sebuah tongkat komando ia berteriak memecah heningnya suasana pada saat itu.

"Saksikanlah!!! Saksikanlah!! Samuel sang singa yang dapat berbicara!" waaw, dia seperti orang gila.. Orang-orang pun bertepuk tangan dan bersorak.



Tiba-tiba ayah menyolek bahuku dan berkata ia akan pergi keluar membelikan sebuah gulali.

Pertunjukkan pun dimulai, background music dimainkan. Beberapa hiburan sirkus pembuka dan hingga akhirnya Muncul lah sang bintang utama, Samuel.

Awalnya ia diberi perintah oleh sang instruktur untuk mengambilkan dirinya sepiring kue, namun Samuel malah memakan semua kue-kue itu. Penonton tertawa melihat hal tersebut apalagi saat Instruktur memarahi Samuel, tetapi samuel meniru kata-kata sang instruktur.



Semua penonton sangat terhibur akan hal itu...

Tiba-tiba lampu mati, seisi tenda menjadi gelap gulita.



Dari beberapa arah kudengar suara teriakan histeris orang-orang.



Jantungku berdetak dengan kencang dan keringat mulai bercucuran dari dahiku,ditengah kegelapan ini adrenalinku terpacu... hati berbisik "ayo lari!" namun badan ini terasa kaku bagaikan patung.

Tiba-tiba suasana kembali hening disusul oleh cahaya lampu yang kembali menyala dan menyorot sesuatu. 

Itu adalah Samuel..aku melihat wajahnya penuh dengan darah, dengan seseorang yang terjebak di rahangnya ia tertawa terkekeh-kekeh. Kulihat ia melepaskan orang yang sudah bersimbah darah dan tampak pucat itu, kemudian ia berkata



"Dennis,mau melihat sesuatu yang keren?" dengan suara nya yang parau.

Badan singa itu bergetar dan ia membuka mulutnya dengan lebar, tampak jelas kulihat puluhan kelelawar terbang keluar dari mulutnya,
Kini reflekku kembali.. aku langsung memutar badanku dan keluar dari kegelapan tersebut.

Aku pikir ketakutanku telah usai, tetapi aku sungguh tak percaya dengan apa yang aku lihat ini bukanlah karnaval seperti saat pertama aku datang. 


Langit berwarna oranye kegelapan...


Wahana yang tampak rusak dan berkarat...



Jalan yang penuh dengan dedaunan kering...

Nafasku mulai tak beraturan..aku mendengar sebuah nyanyian dari belakangku, ketika aku menoleh itu adalah sesosok badut yang tampak ceria, ia bernyanyi sambil tampak menyeret sesuatu.

Tunggu...

Itu adalah ayahku!

Jantung ini hampir berhenti berdetak, nafasku seperti terpotong. Air mata mulai mengalir deras dari kedua mataku, aku hanya bisa berteriak "Ayah!" senyaring mungkin. Badut itu secara spontan melihat kearahku, aku dapat matanya yang menatap tajam kearahku.



Aku berlari menjauh dari nya dan dapat kurasakan ia mengejarku sambil tertawa gila.

Aku berhasil bersembunyi dibalik sebuah papan besar bekas suatu wahana. Kudengar suara langkah kaki yang menginjak dedaunan kering yang semakin dekat denganku, suara tersebut tepat berhenti sekitar 3 meter didepanku, itu adalah si badut! 

Oh god!! Hanya papan ini yang membatasi kami berdua, apabila aku membuat satu gerakan kecil saja,maka ia akan menemukanku..

"Dennis,keluarlah..aku akan memberikanmu sebuah gulali! "— ia terus mengulangi kata-kata tersebut sembari berjalan menjauh dari tempatku.



Aku sudah merasa sedikit tenang, sekarang yang harus aku lakukan adalah keluar dari area karnaval terkutuk ini.

Layaknya sebuah mercusuar pandanganku menyapu segala hal yang ada didepanku, berpikir keras mencoba mencari jalan keluar.. Ah! Itu dia, sebuah gerbang terbuka di sebelah kanan ku, aku harus cepat.



Aku beranjak lari dari tempat berlindungku menuju gerbang tersebut.



Aku berlari dan semakin dekat dengan gerbang tersebut... 



Semakin dekat...

Hingga aku melihat seseorang tiba-tiba berada di gerbang tersebut, Dia...



Pria dengan tuxedo dan make up seperti badut, pria yang kulihat didalam tenda sebelumnya..

Langkahku terhenti sekitar 2 meter didepan nya, kaki ini seperti menolak untuk disuruh berlari. Satu kalimat yang kudengar saat dia menatap mataku secara dalam,

"Terimakasih telah berkunjung ke Dream Land, sampai jumpa lagi!" —disusul oleh tawa khas seorang badut.



Badanku bergetar hebat, hingga akhirnya semua menjadi gelap.

Aku terbangun di sebuah ruangan dengan bau khas obat, aku menoleh ke samping kanan dan kudapati ayahku tampak menangis bahagia sembari berkata "Nak, kau telah sadar".



Terlepas dari hal itu,aku melemparkan pandanganku ke ujung ruangan, pria itu berdiri disana..masih lengkap dengan tuxedo,topi,dan make up badutnya.


Tamat

0 comments:

Post a Comment

 
Top