"Isabella.. Isabella"



Source: Everything Scary

Saat itu adalah hari ulangtahun ke-7 Isabella dan saudara kembarnya yang bernama Eric.

Isabella adalah anak yang paling disegani diantara mereka berdua, juga sangat populer di lingkungan sekolah tempat mereka belajar. Sebaliknya, Eric tidak disukai banyak orang karena sikapnya yang buruk.

Isabella sudah mengundang semua teman-teman di sekolahnya untuk pesta ulang tahun kali ini. Berbeda dengan Eric, ia tidak mengundang siapapun karena ia tak memiliki teman.

Pesta ulangtahun mereka bertemakan cowboy. Dan Eric sudah memiliki rencana jahat untuk menyingkirkan saudara kembarnya itu agar dia dapat dicintai dan diperhatikan oleh orang-orang.

Sulit dipercaya bahwa rencana itu dibuat oleh bocah berumur 7 tahun.

Karena tema cowboy tadi, Erik memiliki tali yang dikaitkan di celananya sebagai aksesoris pada umumnya. Namun, rupanya Eric kecil tak hanya menggunakan tali itu sebagai aksesoris.

Diam-diam, ia berbisik dan mengajak saudara kembarnya itu menuju kamar di lantai atas. Isabella sempat menolak, namun Eric berhasil meyakinkannya.



Sesampainya disana, ia menutup pintu.

Dengan sengaja, ia melilitkan tali itu ke leher saudari kembarnya sehingga Isabella sulit bernafas.

Setelah semua dirasa 'beres'. Kemudian Eric mengambil tali yang ada di kostum cowboy Isabella dan melilitkannya ke lehernya sendiri. Setelah itu, Eric berteriak sangat kencang. Semua itu dilakukan agar orang-orang mengira kejadian tadi adalah murni "Kecelakaan" akibat pertengkaran.

Semuanya percaya, karena walaupun saudara kembar, mereka itu tidak pernah akur satu-sama lain. Ada saja pertengkaran yang mereka lakukan.

Semuanya tidak menyangka bahwa kebiasaan itu bisa berlanjut hingga seserius ini, hingga harus merenggut nyawa salah satu dari saudara kembar itu, yaitu Isabella.

Sudah 10 tahun berlalu sejak kepergian Isabella. Walaupun pada awalnya semua pihak diliputi kesedihan, seiring dengan berjalannya waktu, keluarganya sudah merelakan Isabella dan Eric bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Perhatian dan kasih sayang.

Sekarang, anak lelaki itu sudah berumur 17 tahun. Orang-orang pun sudah melupakan 'kecelakaan' masa lalu yang dialami anak itu.



Eric sedang bermain komputer saat perlahan ia mendengar bisikan dengan suara yang lembut.

"Isabella.. Isabella ada 30 mil didekatmu."

Dia tak menghiraukannya dan tetap melanjutkan aktifitasnya.

Sayup-sayup, ia kembali mendengar bisikan itu.

"Isabella.. Isabella sudah ada 20 mil didekatmu."

Eric terdiam sejenak dan berpikir, mungkin itu hanya imajinasinya.
Akan tetapi, ia kembali mendengar suara itu.

"Isabella.. Isabella sudah 10 mil didekatmu."

Eric mulai ketakutan.

"Isabella.. Isabella datang kerumahmu."

Eric sangat ketakutan. Ia berlari menuju lantai atas dan mengunci dirinya di kamar mandi yang berada didekat tangga.

"Isabella.. Isabella ada di tangga."

Eric masih mengatur nafasnya saat ia mendengar suara itu lagi.

"Isabella.. Isabella ada di kamar ayah dan ibu. Aku sangat merindukan mereka."

Eric semakin tersentak, dan reflek ia membuka pintu kamar mandi. Ia berlari menuju kamarnya sendiri, dan membanting pintu kamarnya itu saat ia mendengar bisikan yang terdengar seperti senandung.

"Isabella.. Isabella ke kamarmu."

Kemudian Eric bersembunyi dibawah tempat tidurnya. Ia gemetaran. Keringat dingin mengucur dari dahinya dan giginya terkatup.

Ia masih berusaha mengatur nafas saat mendengar suara lembut itu lagi.

"Isabella.. Isabella ada dibawah tempat tidurmu."

Eric memejamkan matanya. 
Tak hanya suaranya saja, Eric juga bisa merasakan hembusan nafas dingin yang mengarah di leher bagian kanannya. Hawa dingin itu mulai menjalar ke seluruh tubuhnya.

Eric masih memejamkan mata saat hawa dingin itu mulai menghilang.

Perlahan, ia mencoba membuka mata.

Lelaki itu keluar dari bawah tempat tidur. 

Eric terduduk di tempat tidurnya seraya tersenyum. Senyuman yang agak aneh.

Bibir lelaki itu perlahan mulai menunjukkan pergerakan.

"Isabella.. Isabella sudah menyatu dengan tubuhmu."


Tamat

0 comments:

Post a Comment

 
Top